Participatory Ideas for Action

“A participatory planning process – one in which all the stakeholders are involved – is often the most effective and inclusive way to plan a community intervention. A participatory process provides community ownership and support of the intervention; information about community history, politics, and past mistakes; and respect and a voice for everyone. It also takes time, care, mutual respect, and commitment”, Community Tool Notes.
 
Pendekatan Partisipatif lahir sebagai bentuk kritik atas pendekatan konvensional yang memarginalkan peran serta beragam stakeholders. Marginalisasi keterlibatan masyarakat tujuannya sederhana, yaitu agar apa yang direncanakan dapat diwujudkan dengan cepat. Dampak dari pembangunan yang berbasis pendekatan konvensional tersebut (tidak membuka keterlibatan masyarakat/beragam stakeholder) adalah ‘unsustainable’ atau tidak berkelanjutan.
 
Dalam konteks definisi yang sangat lugas, Pendekatan Partisipatif adalah pendekatan yang berusaha memberi ruang selebar mungkin kepada para stakeholders (para pelaku) untuk urun serta dalam sebuah kegiatan yang [akan/sedang] dilakukan. Kata memberi ‘ruang selebar’ mungkin bisa dimaknai [dan mempunyai konsekuensi] beberapa hal, seperti:
 
✓ Keikutsertaan stakeholders (para pelaku ataupun aktor, ataupun tokoh, bahkan masyarakat).
✓ Stakeholders yang ada ‘pro aktif’ dalam kegiatan yang akan/sedang dilakukan.
✓ Ada kesetaraan atau kesejajaran. Tiidak diskriminatif karena perbedaan status sosial, ekonomi bahkan gender.
✓ Stakeholder memahami dengan baik kegiatan atau apa yang akan dilakukan bersama.
✓ Stakeholder memahami dengan baik akan konsekuensi atas apa yang telah diputuskan bersama.
 

Stakeholders tidak hanya berperan sebagai penerima pasif dan reaktif, tapi dengan pendekatan partisipatif diharapkan stakeholders akan menjadi peserta aktif serta memberi kontribusi nyata atas apa yang direncanakan/dilaksanakan bersama.

Salah satu bentuk metode dari pendekatan partisipatif adalah focus group discussion (FGD).
 
“A focus group is an organised discussion – though structured in a flexible way. Focus groups rely on discussion between participants about the topic presented and group members may influence each other by responding to ideas and comments that arise during the discussion”, Ernwaca.
 
Yayasan Dian Desa menggunakan FGD sebagai salah satu ‘step’ dalam kegiatan Pengelolaan Dampak Lingkungan dan Sosial. Program kegiatan ini di-inisiasi oleh PT. SMI.
 
Kegiatan FGD menjadi start point untuk memulai program yang akan dijalankan. FGD memberi kesempatan kepada kami sebagai pelaksana untuk menyerap beragam ide dari masyarakat. Karenanya proses FGD ini bisa juga disebut sebagai ‘Participatory Ideas for Action’.
 
Dalam sesi FGD (community participatory meeting) bersama masyarakat, Yayasan Dian Desa mengharuskan adanya kehadiran perempuan. Selama ini dalam setiap pertemuan masyarakat yang membahas sebuah program terutama yang ‘berbau’ proyek fisik atau konstruksi, biasanya keberadaan perempuan seringkali diabaikan. Masyarakat masih beranggapan bahwa sebuah program/proyek (terutama) fisik/konstruksi adalah domain laki-laki.
 

Kehadiran perempuan dalam kegiatan ‘participatory meeting’ akan memberi masukan, informasi, bahkan mungkin koreksi atas apa yang akan direncanakan. Perempuan berhak terlibat dan bersuara karena mereka adalah salah satu pengguna atau penerima manfaat dari program/proyek yang akan dilaksanakan.

Perempuan adalah salah satu stakeholder yang keberadaannya tidak bisa dinafikan dalam kegiatan perencanaan ataupun pelaksanaan sebuah program/proyek. Ketika semua stakeholder (laki-laki, perempuan, perangkat, toga, toma, dll) dilibatkan maka harapannya adalah apa yang diputuskan atau [konstruksi yang] dibangun menjadi ‘ramah’ terhadap semua pengguna. Dalam kegiatan ini, ada 7 komponen yang di-mandatkan PT. SMI kepada Yayasan Dian Desa. Dan agar mudah dipahami oleh peserta, fasilitator dari Yayasan Dian Desa menyederhanakan ketujuh point tersebut menjadi 4 ‘heading’ (topik) kegiatan.
Output dari Participatory Ideas for Action inilah yang menjadi awal serta acuan bagi PT. SMI dan YDD dalam melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan bersama masyarakat. #communitymeeting #participatory #participatorymethod #communityempowerment #desa #pertemuandesa #women #men #equality #equity #water #musyawarah #desa #salatiga #semarang #socialresponsibility #csr #rembukdesa #pertemuanmasyarakat #ngo #wateraccess #gender #airbersih