Memajukan Sanitasi Propinsi Jawa Timur Melalui Sarana IPAL Komunal Yang Efektif

Jawa Timur adalah salah satu Propinsi paling high urbanized di Indonesia luas wilayah 47.922 km², dan jumlah penduduk 42.030.633 jiwa (sensus 2017). Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 Propinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Secara administratif, Jawa Timur terdiri atas 29 Kabupaten, dan 9 Kota, menjadikan Jawa Timur sebagai Propinsi yang memiliki jumlah Kabupaten/Kota terbanyak di Indonesia.

Jawa Timur memiliki sejumlah industri besar, di antaranya galangan pembuatan kapal terbesar di Indonesia PT PAL di Surabaya, industri perlengkapan militer PT Pindad di Malang, industri besar kereta api terbesar di Asia Tenggara PT INKA di Madiun, pabrik kertas (PT Tjiwi Kimia di Tarik-Sidoarjo, PT Leces di Probolinggo), pabrik rokok ( Wismilak di Surabaya Gudang Garam di Kediri, Sampoerna di Surabaya, dan Pasuruan, serta Bentoel di Malang). Di Gresik terdapat Semen Gresik, dan PT Petrokimia Gresik. Di Tuban terdapat pabrik Semen terbesar di Indonesia yaitu Semen Indonesia (ex Semen Gresik), dan Semen Holcim serta Kawasan Kilang Petrokimia. Pemerintah telah menetapkan 12 kawaan industri estate, di antaranya Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Surabaya, Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan, Madiun Industrial Estate Balerejo (MIEB) di Kabupaten Madiun, Ngoro Industrial Park (NIP) di Kabupaten Mojokerto, Kawasan Industri Jabon di Kabupaten Sidoarjo, serta Lamongan Integrated Shorebase (LIS) di Kabupaten Lamongan. Sentra industri kecil tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, dan beberapa di antaranya telah menembus ekspor; Industri kerajinan kulit berupa tas, dan sepatu di Tanggulangin, Sidoarjo adalah salah satu industri kecil yang sangat terkenal.

Jumlah penduduk dan laju urbanisasi yang tinggi pastilah membawa konsekuensi logis dampak pencemaran lingkungan akibat sanitasi. Berbagai program sanitasi juga sudah diimplementasikan di Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Pada tahun 2017 YDD mengadakan kegiatan roadshow program peningkatan IPAL Komunal dengan teknologi kombinasi anaerobik – aerobik (RBC-Lattice 3 Dimensi) untuk IPAL Komunal yang efektif dengan efisiensi tinggi di Jawa Timur di antaranya di Kota Blitar, Pasuruan, Nganjuk, Magetan, dan Pacitan. Pada Bimtek Sanimas 2017 di Kota Malang, YDD bertindak sebagai narasumber dalam acara tersebut dan sebaliknya beberapa Kota/Kabupaten juga hadir dalam kegiatan Bimtek YDD di Yogyakarta.


Kabupaten Pasuruan, Pionir Sanitasi Jawa Timur Dengan IPAL Komunal Yang Mumpuni
Kabupaten Pasuruan sebagai Kota yang berkembang sangat pesat, memiliki salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur, Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Industri utama di Kabupaten ini antara lain Sampoerna di Pandaan, Matsushita (Panasonic), dan PT. Nestle Indonesia.

YDD bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU) Kabupaten Pasuruan melakukan peningkatan sarana IPAL Komunal pada tahun 2017 di Desa Ngerong Kecamatan Gempol (kapasitas 120 KK) dan Desa Sumberdawesari Kecamatan Grati (kapasitas 120 KK). Dua unit IPAL ini dibangun baru dengan penambahan unit pengolah aerobik (RBC). Animo yang bagus dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan masyarakat yang sudah merasakan manfaat langsung dari IPAL YDD, berlanjut dengan pembangunan satu unit IPAL lagi yang dibangun di Desa Candiwates Kecamatan Prigen (kapasitas 125 KK). IPAL ini sudah dibangun sebelumnya dan direnovasi dengan penambahan RBC sehingga lebih berkualitas.

IPAL di Gerbo dan Sumbergedang Menuju Realisasi
Untuk tahun 2019 ini, program kerjasama YDD – Kabupaten Pasuruan terus berlanjut dengan pola pembiayaan yang berbeda. Jika ketiga unit IPAL yang dibangun tahun 2017 dan 2018 mendapatkan “Unit Aerobik” berupa mesin RBC dan bak pengolah aerobik termasuk dalam program hibah murni dari YDD, maka dua unit IPAL yang dibangun tahun ini 2019 ini menggunakan skema partial subsidy (sebagian biaya komponen unit RBC ditanggung YDD, sebagian lagi ditanggung Pemerintah melalui KSM). Kali ini pembangunan IPAL Komunal berada di Desa Gerbo Kecamatan Purwodadi dan Desa Sumbergedang Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Saat ini proses konstruksi sedang berlangsung dan direncanakan selesai sebelum masuk musim hujan akhir tahun ini.

Kabupaten Gresik Dengan Segudang Prestasi di Bidang Pelayanan Sanitasi
Kabupaten Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Beberapa industri di Kabupaten Gresik antara lain Semen Gresik, Petrokimia Gresik, Nippon Paint, BHS-Tex, Industri perkayuan/ Plywood dan Maspion. Kabupaten Gresik juga merupakan penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut, tambak, maupun perikanan darat. Kabupaten Gresik juga terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2.200 MW.

Antara Gresik dan Surabaya dihubungkan oleh sebuah Jalan Tol Surabaya-Manyar, yang terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol. Selain itu perekonomian masyarakat Kabupaten Gresik banyak ditopang dari sektor wiraswasta. Salah satunya yaitu Industri Songkok, Pengrajin Tas, Pengrajin Perhiasan Emas & Perak, Industri Garment (konveksi).

Tidak hanya mumpuni di bidang industri, di bidang pembangunan dan layanan sanitasi pun Gresik bisa disebut salah satu yang terbaik di Indonesia. Program unggulan mereka adalah “JADI SAYANG (JAmban Dan IPAL Sehat MasYArakat senANG)” Kabupaten Gresik sudah membangun 133 IPAL Komunal (dari proyek USRI, IUWASh plus, DAK) dan hampir semua terawat dengan baik. Selain itu juga memiliki IPLT. Total SR sejumlah 4200 SR yang artinya sejumlah 97% masyarakat terlayani sarana sanitasi IPAL. Dukungan Pemerintah Gresik melalui regulasi dengan menerbitkan Perda Pengelolaan Air Limbah, dan membentuk UPT Pengelolaan Air Limbah. UPT PAL antara lain bertugas men-support KPP, menjalankan Layanan Pengurasan Lumpur Tinja Terjadwal online berbasis android, dan menanggung biaya O&M beberapa IPAL Komunal Kawasan.

Go Ploong Aplikasi Layanan Limbah Domestik Masyarakat Online Berbasis Android
Pemerintah Kabupaten Gresik sejak tahun 2017 meluncurkan aplikasi daring berbasis Android bernama Go Ploong untuk melayani limbah domestik masyarakat setempat, seperti sedot tinja. Aplikasi ini bisa diunduh di layanan play store Android sehingga masyarakat yang mengalami masalah dengan jamban tinggal menghubungi petugas UPT yang siap melayani dengan biaya sangat terjangkau dan beberapa layangan gratis. Tak heran jika UPT PAL Gresik kerap menjadi tujuan studi banding atau menambah ilmu tentang managemen pengelolaan IPAL Komunal dari seluruh Indonesia maupun negeri jiran. Berbagai penghargaan sudah dicapai, antara lain Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Propinsi Jawa Timur Tahun 2017. Kemudian Peringkat 1 Karya terpilih Entrepreneur TIK 2019 untuk Kategori Public Sector di program idenTIK Kementrian Kominfo. Program pengelolaan IPAL Komunal Pemkab Gresik ini akan dibuat percontohan bagi Kabupaten/Kota se Indonesia saat Konsfrensi Tingkat Tinggi (KTT) City Sanitation Summit (CSS) di Banjarmasin Kalimantan Selatan bulan September 2019 mendatang.

Peningkatan IPAL Randuagung Gresik Dengan Sistem Kombinasi YDD
Dengan segudang capaian hasil kerja nyata di atas, Gresik berminat menambah khasanah teknologi IPAL Komunal. Berawal dari presentasi YDD di bulan Maret 2019, dan menambah pengetahuan dalam Bimtek YDD Juni 2019 di Yogyakarta (melihat langsung IPAL Komunal system YDD), tahun ini sudah disepakati kerjasama KSM Randuagung dengan YDD untuk menambah unit RBC di IPAL yang sudah dibangun di Randuagung.

Terdapat dua unit IPAL yang sudah dibangun di Desa Randuagung. Kedua unit IPAL ini sudah beroperasi dan untuk pemeliharaan didukung oleh UPT PAL. Yang pertama IPAL Randuagung 1 (KPP Sejahtera) dibangun th 2013 dengan kapasitas 150-200 KK. IPAL dibangun di lahan milik kas desa. Jumlah pemanfaat saat ini 135 SR, dan tahun ini akan dibangun tambahan 60 SR (dana optimalisasi). Warga yang dilayani IPAL dari kawasan perumahan, cukup bersih dan secara ekonomi berkecukupan. Untuk kedua IPAL di atas, Pengurus KPP antusias dan sebagai IPAL kawasan, biaya O&M akan ditanggung oleh UPT PAL. Dengan adanya RBC, efluen yang tadinya hanya dibuang ke selokan akan dialihkan untuk pengairan kebun palawija yang ada di sebelah lokasi IPAL. Yang kedua adalah IPAL Randuagung 2 (KPP Sentosa) dibangun th 2014, kapasitas 150-200 KK IPAL dibangun di lahan jalan kampung. Jumlah user saat ini 120 SR dan tahun ini akan dibangun tambahan 60 SR (dana optimalisasi). Warga yang dilayani IPAL dari kawasan perumahan yang lebih padat, dan secara ekonomi berkecukupan sampai kurang mampu. Dua unit RBC untuk Desa Randuagung merupakan hibah dari YDD yang disambut baik oleh KPP dan Pemerintah Kabupaten Gresik. Dengan adanya unit pengolah RBC kelak, efluen akan lebih berkualitas dan diharapkan lebih meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Biaya listrik untuk menjalankan IPAL akan didanai oleh UPT PAL sebagai bentuk dukungan bagi sustainability IPAL kawasan. Semoga IPAL YDD dengan system kombinasi anaerobik dan aerobik dapat menambah ragam teknologi pengolah limbah yang ada di Gresik.

Sidoarjo: Semangat Baru Membangun IPAL Komunal
Kabupaten Sidoarjo adalah wilayah pendukung utama Kota metropolitan Surabaya. Perikanan, industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. Berbatasan langsung dengan Kota Surabaya, fasiltas publik skala besar seperti bandara Internasional Juanda dan terminal Bungurasih berada di Sidoarjo. Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya. Dengan jumlah penduduk yang padat dan kawasan aglomerasi perKotaan yang dominan, Sidoarjo baru membangun 3 unit IPAL Komunal. Meskipun demikian, semangat tim P2CKPR dan pemerintah wilayah Kecamatan dan desa sangat antusias meningkatkan kualitas lingkungan antara lain dengan membangun IPAL Komunal domestik. Tim dari Sidoarjo juga menjadi jumlah terbanyak (6 orang) yang hadir dalam Bimtek YDD di Yogyakarta Juni 2019.

Dari dua kali pertemuan sosialisasi dengan YDD, belajar bersama dalam Bimtek dan juga survey lapangan, akhirnya terpilih lokasi calon IPAL Komunal di Desa Tambaksumur Kecamatan Waru. IPAL Komunal di Desa Tambaksumur (dibangun tahun 2018 dari proyek Sanimas mulai beroperasi Januari 2019). Kapasitas sekitar 100 KK. Saat ini jumlah SR/ user 46 KK (sekitar 275 jiwa) + 30 unit kamar kost (1 kamar 1 keluarga). Lokasi IPAL di tanah kas desa. Kawasan permukiman di sekitar padat, dan sekelilingnya parit/ got yang mampet/hitam. Sumber air bersih untuk warga dari PAM dan ada beberapa sumur yang masih bisa dipakai. Mayoritas warga berprofesi sebagai pedagang dan pegawai pabrik. Unit RBC merupakan hibah dari YDD. Pengurus KPP Erlima sebagai pengelola IPAL antusias dan Pemerintah sangat mendukung untuk menambah unit RBC pada IPAL yang sudah dibangun. Pembiayaan untuk operasional IPAL (listrik dll.) direncanakan dari dana pengelolaan sampah dan kemungkinan dari Dana Desa. Diharapakan pilot plant unit pengolah aerobik RBC dari YDD bisa menjadi awal yang baik untuk mencapai standar baku mutu terbaru Pemerintah secara khusus dan secara keseluruhan meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat di Tambaksumur. (Yuni Supriyati)

Inspirational Minimalist Bedrooms Design Ideas
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram