YDD & Aliansi Tungku Indonesia

Biomasa adalah salah satu sumber daya yang sangat melimpah tidak hanya di Indonesia tetapi di beberapa negara berkembang lainnya.

Walaupun kini keberadaannya melimpah namun seiring waktu dimana populasi penduduk yang semakin meningkat serta sempitnya lahan maka sumber daya biomasa menjadi mengkhawatirkan.

‘Tungku rumah tangga’ adalah salah satu konsumen terbesar pengkonsumsi biomasa. Celakanya, masih banyak tungku rumah tangga tersebut boros energi. Bisa ditebak kan akibatnya, konsumsi biomasa menjadi sangat berlebihan.

Salah satu divisi di Yayasan Dian Desa ‘concern’ dengan isu ini. Berbagai kerja sama lintas sektor (pengrajin, ahli energi, dsbnya) dijalin dalam rangka pengembangan tungku yang lebih ramah energi.

Dan sebenarnya ketika kita bicara tungku ramah energi, kita bicara banyak isu yang saling terpilin, seperti isu kesehatan ibu dan anak.

“Bagaimana bisa isu kesehatan Ibu dan Anak terpilin dengan isu tungku ramah energi?”

Pertanyaan itu berulang kami dengar dan sederhana saja sebenarnya jawabannya, yaitu karena pelaku pengguna tungku di rumah adalah Ibu dan Anak-Anak yang seringkali berada di ruang dapur sehingga mau tidak mau ketika tungku tidak ramah energi yang menghasilkan banyak gas beracun akan berdampak langsung kepada Ibu dan Anak.

Aliansi Tungku Indonesia di-inisiasi sebagai wadah berbagai pihak yang peduli untuk pengembangan tungku yang ditingkatkan.

http://www.tungkuindonesia.org