Studi Banding Mabar Ke Lotim

SIMAVI melalui Program SHAW (Sanitasi Hygiene and Water) bermitra dengan 5 lembaga di Indonesia, yaitu Yayasan Dian Desa, Yayasan Masyarakat Peduli, Yayasan Rumsram, dan Plan Indonesia.

Program SHAW dilaksanakan pada tahun 2010-2015 dan telah menunjukkan keberhasilan yang cukup baik. Oleh karena itu pihak donor memberikan kesempatan untuk melanjutkan program yang berkaitan dengan STBM. Program lanjutan tersebukan dinamakan Program SEHATI. Dan untuk Program SEHATI ini, Yayasan Dian Desa bekerja di Manggarai Barat, karenanya dijalinlah kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat guna mensukseskan Program SEHATI yang berlangsung beberapa tahun ke depan.

Pendekatan dan Pelaksana utama dalam Program SEHATI adalah aparatur pemerintah daerah di beberapa lembaga, aparatur kesehatan beserta seluruh jajarannya.

Berhubung STBM adalah hal baru bagi jajaran pemerintah daerah, maka dirasa perlu untuk belajar ke daerah lain yang sukses dengan gerakan STBM. Dan Lombok Timur menjadi tempat untuk studi banding tersebut.

Tujuan dari Studi Banding ke Lombok Timur adalah:

  • Belajar pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 pilar dan berbagai issue yang perlu dilaksanakan untuk mempercepat capaian dan menjada keberlanjutan STBM dari kabupaten lain yang telah sukses dan berhasil dalam meletakkan dasar dasar pendukung pelaksanaan STBM.
  • Melihat secara langsung pelaksanaan dan hasil pelaksanaan STBM di lapangan
  • Diskusi dengan pelaku STBM 5 pilar di tingkat Kabupaten, kecamatan, maupun desa.

Kabupaten Lombok Timur dipilih menjadi lokasi studi banding karena kabupaten ini terbilang sukses dalam pelaksanaan STBM 5 pilar. Lombok Timur merupakan dampingan Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) dalam menjalankan STBM 5 pilar. Output yang dicapai oleh kabupaten ini terdapat 229 desa dan 21 kelurahan dan yang ber STBM (baik deklarasi dan Verifikasi) 126 desa dan 15 kelurahan. Jumlah kecamatan 18 kecamatan dampingan dan 1 kecamatan replikasi.

Berbagai kebijakan serta Surat Keputusan telah dihasilkan untuk mendukung pelaksanaan STBM, seperti STBM masuk dalam perencanaan seperti RPJMD, dan banyak hal lainnya. Di tingkat desa ada 22 desa telah membuat Perdes. Outcomenya sampai sekarang STBM 5 pilar masih berjalan baik, artinya ada keberlanjutan STBM 5 pilar.

Yayasan Masyarakat Peduli yang menjadi mitra SIMAVI dalam pelaksanaan program SHAW serta SEHATI (program yang kini sedang berjalan) berbagi pengalaman tentang beberapa hal, yaitu:

  • Menghitung dan memasukkan pendanaan untuk Replikasi
  • Regulasi yang harus ada untuk mendukung penganggaran dan pelaksanaan
  • Anggaran-anggaran yang bisa didukung oleh Desa
  • Pelaksanaan SEHATI dan hasil yang dicapai

Studi Banding diikuti oleh Bappeda (3 orang), Dinkes (3 orang), SKPD-BPMPD, BLH, PU (3 orang), Kecamatan (6 orang), dan Puskesmas (11 orang). Kegiatan berlangsung selama 4 hari, yaitu di tanggal 1-4 Maret 2017

Dua kegiatan utama dalam studi banding ini adalah diskusi dan field visit. Diskusi dilakukan dengan berbagai pemangku kegiatan serta pengambil keputusan berkenaan dengan program SEHATI. Sementara field visit dilakukan di tempat dimana SEHATI dilaksanakan. Dalam field visit, diskusi langsung dengan masyarakat serta aparat lokal dilaksanakan secara interaktif.

Studi banding ini menjadi sangat penting guna menjadi bekal bagi Manggarai Barat dalam mengawal Program SEHATI. Apa yang baik dari kunjungan di Lombok Timur akan diserap, diadaptasikan serta direplikasi.

#sehati #stbm5pilar #simavi #manggaraibarat #ntt #eastflores #sanitasi